Translate

Wednesday, December 9, 2015



KEMISKINAN DAN PERTUMBUHAN 

EKONOMI DI INDONESIA

Pertumbuhan Ekonomi
 Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi..

Kemiskinan
http://www.mongabay.co.id/tag/kemiskinan/
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
http://www.berdikarionline.com/demokrasi-butuh-keadilan-sosial
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini terrmasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan  yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

Setiap Negara akan berusaha keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal dan menurunkan angka kemiskinan. Di banyak negara di dunia syarat utama bagi terciptanya penurunan kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia pertumbuhan ekonomi yang dicapai ternyata juga diiringi dengan munculnya permasalahan meningkatnya jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan.  

Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia memiliki hubungan yang timbal balik sedangkan pengganguran, investasi, harapan hidup, melek huruf dan lamanya pendidikan adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia. untuk mengetahui model dan pengaruh setiap faktor yang ada maka dapat menggunakan metode analisi ekonometrika dengan uji- uji sebagai berikut :
  •  Uji normalitas: untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak, hal ini sangat penting untuk mengetahui ketetapan pemilihan uji stastistik yang digunakan.
  • Uji homogenitas: untuk mengetahui sama tidaknya variansi-variansi dua buah atau lebih sebuah distribusi.
  • Uji stasioner: untuk mnegetahui data tersebut stasioner atau tidak.






DAFTAR PUSTAKA:

  • BPS. Bappenas. UNDP (2001). Laporan Pembangunan Manusia 2003: Menuju Konsensus Baru. Jakarta.
  • Mudrajad, Kuncoro (2006). Ekonomika Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan, UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
  • Suryahadi, A., D. Suryadarma. dan Sumarto,A. (2006). Economic Growth andPoverty Reduction in Indonesia: The Effects of Location and Pectoral Components of Growth. SMERU Working Paper
  • Todaro, Michael P.(1994). Ekonomi Untuk Negara Berkembang, Bumi Aksara.
  • (2004). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi kedelapan, Erlangga
  • Arius Jonaidi (2012) .ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI INDONESIA













No comments:

Post a Comment