KEMISKINAN
DAN PERTUMBUHAN
EKONOMI DI INDONESIA
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan
ekonomi adalah proses perubahan
kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang
lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga
sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan
dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan
indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi..
Kemiskinan
![]() |
| http://www.mongabay.co.id/tag/kemiskinan/ |
Kemiskinan adalah
keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti
makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan
dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya
akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara
yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·
Gambaran kekurangan materi, yang
biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti
ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
![]() |
| http://www.berdikarionline.com/demokrasi-butuh-keadilan-sosial |
·
Gambaran tentang kebutuhan sosial,
termasuk keterkucucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan
untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini terrmasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup
masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang
lainnya.
·
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat
berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi
dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian
apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Setiap Negara akan berusaha keras
untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal dan menurunkan angka
kemiskinan. Di banyak negara di dunia syarat utama bagi terciptanya penurunan
kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi di negara-negara
berkembang termasuk Indonesia pertumbuhan ekonomi yang dicapai ternyata juga
diiringi dengan munculnya permasalahan meningkatnya jumlah penduduk yang hidup
dibawah garis kemiskinan.
Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia memiliki
hubungan yang timbal balik sedangkan pengganguran, investasi, harapan hidup,
melek huruf dan lamanya pendidikan adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia. untuk mengetahui model dan pengaruh setiap faktor yang ada maka dapat menggunakan metode analisi
ekonometrika dengan uji- uji sebagai berikut :
- Uji normalitas: untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak, hal ini sangat penting untuk mengetahui ketetapan pemilihan uji stastistik yang digunakan.
- Uji homogenitas: untuk mengetahui sama tidaknya variansi-variansi dua buah atau lebih sebuah distribusi.
- Uji stasioner: untuk mnegetahui data tersebut stasioner atau tidak.
- BPS. Bappenas. UNDP (2001). Laporan Pembangunan Manusia 2003: Menuju Konsensus Baru. Jakarta.
- Mudrajad, Kuncoro (2006). Ekonomika Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan, UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
- Suryahadi, A., D. Suryadarma. dan Sumarto,A. (2006). Economic Growth andPoverty Reduction in Indonesia: The Effects of Location and Pectoral Components of Growth. SMERU Working Paper
- Todaro, Michael P.(1994). Ekonomi Untuk Negara Berkembang, Bumi Aksara.
- (2004). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi kedelapan, Erlangga
- Arius Jonaidi (2012) .ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI INDONESIA


No comments:
Post a Comment